Langsung ke konten utama

Blok H2: Sub Zona Perdagangan dan Jasa Deret (K-3)

             I.     Pemanfaatan yang Diijinkan (I) :

A.    Ruko dan Pertokoan diijinkan:
1)     Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
a.     KDB maksimum sebesar 60 %
b.     KLB maksimum sebesar  1,8
c.      KDH minimal10 % dari luas persil
2)     Ketentuan Tata Bangunan
a.     Rumija (diukur dari As jalan ke pagar)
-      Kolektor sekunder adalah 7,5 m
b.     GSB/Ruwasja :
-      Kolektor sekunder minimal 7 m
c.      Tinggi bangunan adalah 14 m (setara dengan 3 lantai)
d.     Jarak bebas antar bangunan
-        Bangunan tunggal 3-6 m
-        Bangunan deret 0 m
3)     Ketentuan Prasarana dan Sarana Minimal
a.     Jalur Pejalan Kaki
-        Jalur pejalan kaki  menggunakan trotoar yang ada dan bangian dari halaman
-        Jalur pejalan kaki dilengkapi dengan  lampu jalan dan jalur hijau
b.     Ruang Terbuka Hijau
-        RTH setidaknya seluas 10% dari luas persil ditambah dengan penggunaan pot-pot tanaman.
c.      Ruang Terbuka Non Hijau 
-        RTNH berupatrotoar dan halaman yang diperkeras
d.     Utilitas & Prasarana Perkotaan
-        badan jalan minimal memiliki perkerasan 7meter sehingga dapat dilalui mobil pemadam kebakaran.
-        Jaringan drainase menyatu dengan sistem drainase kota.
-        Jaringan air bersih menggunakan sistem jaringan air bersih kota
-         Jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi menyatu dengan sistem kota
-        Jaringan sanitasi menggunakan sistem off site
-        Hidran umum harus disediakan di depan bangunan dan mempunyai jarak maksimal 200 m antar hidran.
-        Tiap bangunan wajib menyediakan bak sampah secara bertahap sudah memilah jenis sampahnya (organik dan non organik)
-        Jalur evakuasi bencana menggunakan badan jalan dan ruang terbuka hijau serta sarana pelayanan umum terdekat.

II.          Pemanfaatan Bersyarat Terbatas (T) :
A.  Cafe, dan Karoke diijinkan secara terbatas dengan batasan :
1)     Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
a.     KDB maksimum sebesar 60 %
b.     KLB maksimum sebesar  1,8
c.      KDH minimal 10 % dari luas persil
d.     jumlah maksimal kegiatan tersebut  dalam blok tersebut adalah 20% dari luas blok
2)     Ketentuan Tata Bangunan
a.     Rumija (diukur dari As jalan ke pagar)
-          Kolektor sekunder adalah 7,5 m
b.     GSB/Ruwasja :
-          Kolektor sekunder minimal 7 m
c.      Tinggi bangunan adalah 14 m (setara dengan 3 lantai)
d.     Jarak bebas antar bangunan
-        Bangunan tunggal 3-6 m
3)     Ketentuan Prasarana dan Sarana Minimal
a.     Jalur Pejalan Kaki
-        Jalur pejalan kaki menggunakan trotoar yang sudah ada dan di dalam halaman
-        dilengkapi dengan  lampu jalan dan jalur hijau
b.     Ruang Terbuka Hijau
-        RTH pekarangan setidaknya seluas 10% dari luas persil
c.      Ruang Terbuka Non Hijau 
-        RTNH berupa badan jalan, trotoar dan halaman yang diperkeras
d.     Utilitas & Prasarana
-        badan jalan  minimal memiliki perkerasan 7 meter untuk mobil pemadam kebakaran.
-        Jaringan drainase menyatu dengan sistem drainase kota.
-        Jaringan air bersih menggunakan sistem jaringan air bersih kota
-        Jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi menyatu dengan sistem kota
-        Jaringan sanitasi menggunakan sistem off site
-        Hidran umum harus disediakan di depan bangunan dan mempunyai jarak maksimal 200 m antar hidran.
-        Tiap bangunan menyediakan bak sampah secara bertahap sudah memilah jenis sampahnya (organik dan non organik)
-        Jalur evakuasi bencana menggunakan badan jalan dan ruang terbuka hijau serta sarana pelayanan umum terdekat.

  III.            Pemanfaatan yang Bersyarat Tertentu (B):
A.    Mall, Plasa, Plasa Elektronik, Supermarket diijinkan dengan syarat:
1)     Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
a.     KDB maksimum sebesar 60 %
b.     KLB maksimum sebesar  1,8
c.      KDH minimal 10 % dari luas persil
d.     melaksanakan UKL dan UPL
2)     Ketentuan Tata Bangunan
a.     Rumija (diukur dari As jalan ke pagar)
-      Kolektor sekunder adalah 7,5 m
b.     GSB/Ruwasja :
-      Kolektor sekunder minimal 7 m
c.      Tinggi bangunan adalah 14 m (setara dengan 3 lantai)
d.     Jarak bebas antar bangunan
-        Bangunan tunggal 3-6 m
3)     Ketentuan Prasarana dan Sarana Minimal
a.     Jalur Pejalan Kaki
-        Jalur pejalan kaki menggunakan trotoar yang ada dan pada halaman
-        Jalur pejalan kaki dilengkapi dengan  lampu jalan dan jalur hijau
b.     Ruang Terbuka Hijau
-        RTH menggunakan RTH Jalur jalan dan pekarangan

c.      Ruang Terbuka Non Hijau 
-        RTNH berupa badan jalan, trotoar dan pelataran parkir
d.     Utilitas & Prasarana Perkotaan
-  Badan jalan  minimal memiliki perkerasan 7 meter sehingga dapat dilalui mobil pemadam kebakaran.
-        Jaringan drainase menyatu dengan sistem drainase kota
-        Jaringan air bersih menggunakan sistem jaringan air bersih kota
-  Jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi menyatu dengan sistem kota
-  Jaringan sanitasi menggunakan sistem off site
-  Hidran umum harus disediakan didepan bangunan pasar dan mempunyai jarak maksimal 200 m antar hidran.
-  wajib menyediakan Tempat Pembuangan Sementara (Transfer Depo)
-  Jalur evakuasi bencana menggunakan badan jalan dan ruang terbuka hijau serta sarana pelayanan umum terdekat
.
 IV.            Pemanfaatan yang Tidak Diijinkan (X) :
a.     Seluruh zona perumahan.
b.     Seluruh zona perkantoran.
c.      Seluruh zona industri.
d.     Seluruh zona sarana pelayanan umum
e.     Semua zona peruntukan khusus

f.       Semua kegiatan peruntukan lainnya.

Komentar